Sebelumnya banyak para peneliti yang menjelaskan rendahnya penyakit
jantung di Prancis
disebabkan oleh kebiasaan meminum anggur merah dalam jumlah yang tidak
berlebihan. Tetapi kesimpulan para peneliti tersebut tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Richard Semba dari Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat dan rekan-rekannya.
Mereka tidak menemukan bukti yang menunjukkan khasiat kesehatan anggur merah. Mereka tidak menemukan bukti pasti bahwa resveratrol menghentikan penyakit jantung atau memperpanjang kehidupan.
Untuk membuktikannya, para peneliti juga memilih dua kota kecil di Tuscany, Italia, sebagai tempat penelitian. Selama sembilan tahun penelitian, 268 wanita dan pria meninggal. Sebanyak 174 berpenyakit jantung dan 34 orang lainnya terkena kanker. Tetapi resveratrol saluran kencing tidak terkait dengan risiko kematian, penyakit jantung, kanker atau peradangan pembuluh darah.
Profesor Semba mengatakan keuntungan apa pun dari meminum anggur merah, coklat hitam pahit, dan buah beri, kemungkinan berasal dari campuran unsur-unsur lainnya.
Jadi kesimpulannya anggur merah belum terbukti mengurangi risiko penyakit jantung.